MENULIS DENGAN HATInya "Muhammad Baiquni"
Menulis dengan hati? Apa yang ada dipikiran anda ketika pertanyaan ini muncul pada layar monitor anda. Pasti bingungkan, kok menulis dengan hati.. lah wong yang betul itu menuliskan pake tangan terus pena gitu.. ajib juga ney kalau bisa menulis dengan hati tanpa pena. Bisa bangrut dan gulung tikar juga ney pilot yang buka cabang dimana-mana.
Pembaca yang budiman..
Siang itu...
Ggrrr, ggrrr, ggrrr.. tiba-tiba ada getaran dari saku baju lab milikku. Ku coba mengintip.. ternyata ada message yang masuk.. tertera nama bg ibnu FLP di message itu. Jelas saja seketika hatiku jadi cenat-cenut.. why mengapa because karena aku pikir message itu berisi persyaratan lagi.. berhubung aku sebagai peserta yang lulus bersyarat. Ternyata salah! Dari panjangnya tak tau dari berapa jumlah kata dan hruf serta titik, koma.. pokonya message itu berisi.. minggu 29 bakal ada sekolah menulis.. yang membuat jidat ku berkerut bin kusut mengapa judulnya aneh begini “menulis dengan hati?”. Lansung saja pertanyaan demi pertanyaan berseleweran di pikiranku “menulis dengan hati, menulis dengan hati, menulis dengan hati. Apa sih maksudnya” (hehe kelihatan lugu+polos sekali ya, padahal sebenarnya sih nggak).
Namun berat penasaran dihati ini.. minggu pagi ku langkahkan juga kaki ini ke rumah cahaya.. dengan membawa segudang alias seklumit keingintauan tentang judul di atas. Acara di janjikan jam 9 pagi, aku baru sampai di rumah cahaya tepat jam 10. Tara! Itu artinya aku terlambat 1 jam.. jadilah aku harus rela kehilangan jawaban atas pertanyaanku yang ku simpan setelah beberapa hari pemberitahuan di message itu.
Yaaaah, telat. Apa boleh buat.. tapi syukurnya ketika ku lihat peserta datang yang rame sampai ada yang rela duduk di depan pintu (ya, itu aku sendiri) jadi aku semangat lagi untuk mengikuti kelas menulis ini.. “ada yang bertanya???” tiba-tiba saja ada seseorang yang seolah lantang bertanya pada kami.. jelas saja aku kaget.. oooh.. ternyata dia moderator.. pucuk dicinta ulan pun tiba.. ada aksi pasti ada reaksi.. nah lho betulkan, ada juga yang bertanya. Aku simpulkan aja deh pertanyaan mereka.. kalau nggak salah, aku masih ingat pertanyaannya begini ni “gimana ya, saya niatnya pengen buat novel.. tapi tiba-tiba kok yang jadi cerpen ya? Sungguh saya suka kehabisan ide gitu jadinya” terus dilanjutkan “saya itu kalau bikin novel atau nulis gitu suka kehabisan ide yang wah, gitu.. jadi bingung” ternyata pertanyaannya bukan Cuma satu eh ternyata ada anaknya “terus mau nulis pengen endingnya yang bikin orang mau baca terus menerus istilahnya penasaran begitu”.. ada juga ne yang bertanya “gimana sih bang, menjaga semangat untuk terus menulis.. bahkan kalau menulisnya sampai terpotong karna ada kegiatan lain?” berhubung saat itu pematerinya super duper langsung saja dijawab..
Setelah itu, berhubung ini kelas menulis.. jelas saja pasti ada tugasnya.. ya tugas menulis.. tapi menyenangkan.. karena kami disuruh mendeskripsikan kalimat SIAPA SAYA? Mudahkan.. jelas mudah siapa sih yang nggak tau dirinya.. jadi rasanya mengalir saja ide ini.. tentang siapa saya.. tapi melihat jidat kawan-kawan yang berkerut aku jadi bingung.. sepertinya mereka berpikir keras sekali untuk mendeskrisikan siapa mereka.. tapi Alhamdulillah hasilnya lumayan.. ya lumayan baguslah untuk penulis pemula seperti kami ini.. ^___^
Oh iya, maaf sekali menulis dengan hatinya aku dapat bocoran dari kawan-kawan. Kalau menulis, menulislah ketika sedih. Tuliskan apa adanya, sejujur-jujurnya, sebab itu menyehatkan jiwa, mampu mengurangi rasa sedih yang bertalu-talu menyerang sang hati. tulisakan!!!!
Ini ceritaku.. apa ceritamu?...
AsramaPutri KampusHijauKatanya.. 02/02
Pembaca yang budiman..
Siang itu...
Ggrrr, ggrrr, ggrrr.. tiba-tiba ada getaran dari saku baju lab milikku. Ku coba mengintip.. ternyata ada message yang masuk.. tertera nama bg ibnu FLP di message itu. Jelas saja seketika hatiku jadi cenat-cenut.. why mengapa because karena aku pikir message itu berisi persyaratan lagi.. berhubung aku sebagai peserta yang lulus bersyarat. Ternyata salah! Dari panjangnya tak tau dari berapa jumlah kata dan hruf serta titik, koma.. pokonya message itu berisi.. minggu 29 bakal ada sekolah menulis.. yang membuat jidat ku berkerut bin kusut mengapa judulnya aneh begini “menulis dengan hati?”. Lansung saja pertanyaan demi pertanyaan berseleweran di pikiranku “menulis dengan hati, menulis dengan hati, menulis dengan hati. Apa sih maksudnya” (hehe kelihatan lugu+polos sekali ya, padahal sebenarnya sih nggak).
Namun berat penasaran dihati ini.. minggu pagi ku langkahkan juga kaki ini ke rumah cahaya.. dengan membawa segudang alias seklumit keingintauan tentang judul di atas. Acara di janjikan jam 9 pagi, aku baru sampai di rumah cahaya tepat jam 10. Tara! Itu artinya aku terlambat 1 jam.. jadilah aku harus rela kehilangan jawaban atas pertanyaanku yang ku simpan setelah beberapa hari pemberitahuan di message itu.
Yaaaah, telat. Apa boleh buat.. tapi syukurnya ketika ku lihat peserta datang yang rame sampai ada yang rela duduk di depan pintu (ya, itu aku sendiri) jadi aku semangat lagi untuk mengikuti kelas menulis ini.. “ada yang bertanya???” tiba-tiba saja ada seseorang yang seolah lantang bertanya pada kami.. jelas saja aku kaget.. oooh.. ternyata dia moderator.. pucuk dicinta ulan pun tiba.. ada aksi pasti ada reaksi.. nah lho betulkan, ada juga yang bertanya. Aku simpulkan aja deh pertanyaan mereka.. kalau nggak salah, aku masih ingat pertanyaannya begini ni “gimana ya, saya niatnya pengen buat novel.. tapi tiba-tiba kok yang jadi cerpen ya? Sungguh saya suka kehabisan ide gitu jadinya” terus dilanjutkan “saya itu kalau bikin novel atau nulis gitu suka kehabisan ide yang wah, gitu.. jadi bingung” ternyata pertanyaannya bukan Cuma satu eh ternyata ada anaknya “terus mau nulis pengen endingnya yang bikin orang mau baca terus menerus istilahnya penasaran begitu”.. ada juga ne yang bertanya “gimana sih bang, menjaga semangat untuk terus menulis.. bahkan kalau menulisnya sampai terpotong karna ada kegiatan lain?” berhubung saat itu pematerinya super duper langsung saja dijawab..
Setelah itu, berhubung ini kelas menulis.. jelas saja pasti ada tugasnya.. ya tugas menulis.. tapi menyenangkan.. karena kami disuruh mendeskripsikan kalimat SIAPA SAYA? Mudahkan.. jelas mudah siapa sih yang nggak tau dirinya.. jadi rasanya mengalir saja ide ini.. tentang siapa saya.. tapi melihat jidat kawan-kawan yang berkerut aku jadi bingung.. sepertinya mereka berpikir keras sekali untuk mendeskrisikan siapa mereka.. tapi Alhamdulillah hasilnya lumayan.. ya lumayan baguslah untuk penulis pemula seperti kami ini.. ^___^
Oh iya, maaf sekali menulis dengan hatinya aku dapat bocoran dari kawan-kawan. Kalau menulis, menulislah ketika sedih. Tuliskan apa adanya, sejujur-jujurnya, sebab itu menyehatkan jiwa, mampu mengurangi rasa sedih yang bertalu-talu menyerang sang hati. tulisakan!!!!
Ini ceritaku.. apa ceritamu?...
AsramaPutri KampusHijauKatanya.. 02/02

Komentar
Posting Komentar