F O R W A R D
Saya selalu berkeyakinan bahwa menulis adalah sebuah ekspresi paling intelek. Itu sebabnya saya tidak pernah berhasil menjadi penulis, ya tepatnya belum saja kali ya.. masih harus menunggu waktu saja untuk mewujudkan itu. Kalau pun sekarang udah, ya itu pun hanya menulis buat diri sendiri serta teman-teman yang baik hati sudah follow atau mampir dan bersedia dengan baik hati pula membaca dan memberikan komentar pada tulisan saya. Baik di blog pribadi milik saya dan akun social network (Facebook), terimakasih... dulu statusnya saya paling suka pada pelajaran bahasa indonesia, apa lagi ketika tiba tugas menagarang naratif.. maka mengaranglah saya, apa yang ada dipikiran saya saat itu. Tak peduli titik koma, juga tak peduli EYD yang penting tugas mengarang saya selesai. Alhasil nilai yang saya dapat sangat sangat mngecewakan, hanya 60 sedangkan kawan-kawan saya hampir rata-rata 85 bahkan ada yang 100. Waktu itu kan masih ada ya poten 100 *haha. Lah, itu saja saya kurang bisa bagaimana ingin menulis sebuah buku? ..
Tapi kalau urusan membaca, lumayan banggalah pada prestasi sendiri. Tiap bulan, dua judul buku harus tamat.. dan tiap bulan saya harus usahakan bisa membeli satu, dua atau tiga buku. Yah, itu juga tergantung budget yang saya punya. Maklum namanya juga mahasiswa tidak punya dana khusus untuk membeli buku. Tapi saya cukup senanglah, akhirnya sudah banyak buku yang saya koleksi. Selain itu saya sering sekali membuat hobby membaca saya ini menjadi obat ngantuk menjelang tidur malam (satu judul) dan pada pagi mengisi kekosongan kalau tidak ada kegiatan kuliah atau lainnya (satu judul lagi).
Kalau mau di-extend lagi, kekaguman saya pada berbagai judul buku serta penulisnya, masa demi masa dan generasi demi generasi pulalah yang melahirkan kepercayaan diri saya untuk menulis, ya walaupun hanya menulis naratif mengenai apa saja karena saya belum ingin mematokkan tema apa yang saya angkat pada alur cerita saya, yang penting ide yang berseleweran dibenak saya bisa saya tuangkan didalam selembar kertas atau layar monitor agar dapat dibaca kembali nantinya. Ya inilah kebahagiaan saya, walaupun belajar menulis merangkak saya tak peduli, toh dulunya kita juga waktu masih bayi seperti itu, di mulai merangkak, jalan tertatih-tatih dan akhirnya bisa normal berjalan seperti ini. Yang penting saya harus tetap semangat! Semoga saja apa yang saya tuliskan bisa dinikmati teman-teman, saya tak pernah berharap banyak agar tulisan saya bisa dibukukan dan menjadi best seller atau new arrivals *haha itu hayalan orang imajinatif, yang lain dilarang protes! So pasti menulis adalah hobby saya dan membuat orang bahagia, tertawa, tersenyum dan bersedih adalah akhir dan tujuan saya menulis.
Banyak cerita konyol lain yang saya nikmati sekarang ini, ntah mengapa saya ini betul-betul sabagai penikmat sejati. Konon passalnya, saya jarang protes misalnya saja masalah beli buku. Selain beli buku untuk keperluan pendidikan saya tak pernah meminta pada orang tua agar diberikan budget khusus untuk membeli buku kegemaran saya. Tapi uang jajan sayalah yang saya sisihkan untuk membeli itu semua.. ya saya nikmati saja itu, yah, kalau dipikir-pikir dan dihitung pakai kalkulator matematika dana pendidikan saya saja tak sedikit jadi suka tidak rela memaksakan kehendak yang alay bin lebay pada orang tua, *hehe. Misal lain adalah ketika liburan tiba, jauh-jauh dari luar kota *cihuy luar kota, aseeek. Hehe. Menimba ilmu pulang-pulang ke kampung rasanya ingin sekali niat hati ini liburan yah kan kapan lagi kalau tidak hari liburan begini tapi bagaimana bisa kalau orang tua saya sibuk ya nikmati saja berminuggu-minggu liburan di rumah membantu orang tua dan sumarni pembantu rumah tangga yang lucu cs centil itu. Ya.. nikmatlah, apa lagi kalau melihat senyum orang tua tiap malamnya ketika ngumpul.. sudah terbalaslah rasa lelah belajar selama di luar kota menimba ilmu *Alhamdulillah... lalu sering diteriaki bunda, karena saking serius konsen dan lebaynya menatap layar monitor pun sampai-sampai panggilan bunda saya cuekin dan akhirnya kemarahan bunda pun memuncak “kamu menulis apa, dari tadi dipanggil-panggil nggak nyahut.. sudah libur saja masih rajin melihat layar monitor. Ada tugas atau apa..” kata bunda tanpa titik dan koma.. ya sudah saya balas dengan muka senyum-senyum saja seolah-olah kata dan teriakan bunda tadi itu menyenangkan. Padahalkan hati dan bathin ini tersiksa, anak ingin menjadi penulis si ibu tidak mengerti *hiks hiks, hahahah. Tapi tidak apa-apa saya sangat menikmati itu, karena dalam waktu lowong bunda, bunda juga sering membaca tulisan-tulisan saya yang saya rekam difile-file laptop.. ternyata bunda orangnya luar biasa juga, luar biasa kalau mengeritik, suka sesuatu gitu *hehe, pernah nih satu hari dengan iseng saya bertanya pada bunda “bunda, nilai bahasa indonesianya waktu Sekolah dulu berapa?” bertanya dengan wajah polos dan lugu ala saya.. ya tau lah gimana, bunda pun menjawab dengan seriusnya “wah bunda, sering dapat 90.. kalau pelajaran bahsa indonesia itu menyenangkan, itukan bahsanya negara kita. Masa sih sulit bla bla dan bla” jawab bunda ngos-ngosan keletihan menjawab.. panjang sekali ya penjelasan bunda, tapi kok tidak nurun ke saya pintar bahasa indonesianya.. malahan saya sering dapat nilai 60.. jangan-jangan ???? *hahah. Ya tidak taulah, gara-gara kecintaan saya pada pelajaran bahasa indonesia dulu waktu masih MIN setingakat SD saya pernah bercita-cita jadi guru bahasa indonesia, namun cita-cita itu berubah ketika perjalanan saya melewati MTsN dan MAN semua murid bernaggapan guru itu suka kejam, dan jadi guru itu tidak menyenangkan. Maka dari itu berubahlah cita-cita saya menjadi dokter *hehe.
Tapi bay the way, any way, bus way kok saya jadi curcol alias curhat colongan begini ya ceritanya, *hehe maaf.. yang baik silhkan de dipilih yang buruk dari kisah saya di atas dibuang saja.. ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) ???”
Kembali kepermasalahan awal, lantas bagaiman forward saya bisa hobby menulis dan bercita-cita ingin jadi penulis...
Ya ya, sebenarnya dari awal saya juga sudah berceritakan dan mejalaskan panjang kali lebar sama dengan luas kalau hobby saya menulis alias mengarang tapi tak pernah berakhir dengan indah, *hiks hiks jadi sedih juga saya.. semangat 45 saya mengerjakan tugas bahasa indonesia dari guru hanya dinilai 60 saja, menyisihkan sedikit uang bulanan untuk membeli buku pun sudah. Bahkan suka ditanyai ini itu sama bunda, ketika saya begitu terlihat khsyuk berada di depan laptop mini berwarna biru itu. Ntahlah, saya harap dengan menulis sedikit banyaknya apa yang saya tulis ini bisa jadi merupakan awal proses belajar saya agar bisa menjadi penulis yang baik.. yang karangannya bisa dibaca khalayak ramai. Aamiin, mohon doanya selalu ya.
Jzk....
By: Yeti Maslianda alias Mas Yetty. 14/03/12.
Tapi kalau urusan membaca, lumayan banggalah pada prestasi sendiri. Tiap bulan, dua judul buku harus tamat.. dan tiap bulan saya harus usahakan bisa membeli satu, dua atau tiga buku. Yah, itu juga tergantung budget yang saya punya. Maklum namanya juga mahasiswa tidak punya dana khusus untuk membeli buku. Tapi saya cukup senanglah, akhirnya sudah banyak buku yang saya koleksi. Selain itu saya sering sekali membuat hobby membaca saya ini menjadi obat ngantuk menjelang tidur malam (satu judul) dan pada pagi mengisi kekosongan kalau tidak ada kegiatan kuliah atau lainnya (satu judul lagi).
Kalau mau di-extend lagi, kekaguman saya pada berbagai judul buku serta penulisnya, masa demi masa dan generasi demi generasi pulalah yang melahirkan kepercayaan diri saya untuk menulis, ya walaupun hanya menulis naratif mengenai apa saja karena saya belum ingin mematokkan tema apa yang saya angkat pada alur cerita saya, yang penting ide yang berseleweran dibenak saya bisa saya tuangkan didalam selembar kertas atau layar monitor agar dapat dibaca kembali nantinya. Ya inilah kebahagiaan saya, walaupun belajar menulis merangkak saya tak peduli, toh dulunya kita juga waktu masih bayi seperti itu, di mulai merangkak, jalan tertatih-tatih dan akhirnya bisa normal berjalan seperti ini. Yang penting saya harus tetap semangat! Semoga saja apa yang saya tuliskan bisa dinikmati teman-teman, saya tak pernah berharap banyak agar tulisan saya bisa dibukukan dan menjadi best seller atau new arrivals *haha itu hayalan orang imajinatif, yang lain dilarang protes! So pasti menulis adalah hobby saya dan membuat orang bahagia, tertawa, tersenyum dan bersedih adalah akhir dan tujuan saya menulis.
Banyak cerita konyol lain yang saya nikmati sekarang ini, ntah mengapa saya ini betul-betul sabagai penikmat sejati. Konon passalnya, saya jarang protes misalnya saja masalah beli buku. Selain beli buku untuk keperluan pendidikan saya tak pernah meminta pada orang tua agar diberikan budget khusus untuk membeli buku kegemaran saya. Tapi uang jajan sayalah yang saya sisihkan untuk membeli itu semua.. ya saya nikmati saja itu, yah, kalau dipikir-pikir dan dihitung pakai kalkulator matematika dana pendidikan saya saja tak sedikit jadi suka tidak rela memaksakan kehendak yang alay bin lebay pada orang tua, *hehe. Misal lain adalah ketika liburan tiba, jauh-jauh dari luar kota *cihuy luar kota, aseeek. Hehe. Menimba ilmu pulang-pulang ke kampung rasanya ingin sekali niat hati ini liburan yah kan kapan lagi kalau tidak hari liburan begini tapi bagaimana bisa kalau orang tua saya sibuk ya nikmati saja berminuggu-minggu liburan di rumah membantu orang tua dan sumarni pembantu rumah tangga yang lucu cs centil itu. Ya.. nikmatlah, apa lagi kalau melihat senyum orang tua tiap malamnya ketika ngumpul.. sudah terbalaslah rasa lelah belajar selama di luar kota menimba ilmu *Alhamdulillah... lalu sering diteriaki bunda, karena saking serius konsen dan lebaynya menatap layar monitor pun sampai-sampai panggilan bunda saya cuekin dan akhirnya kemarahan bunda pun memuncak “kamu menulis apa, dari tadi dipanggil-panggil nggak nyahut.. sudah libur saja masih rajin melihat layar monitor. Ada tugas atau apa..” kata bunda tanpa titik dan koma.. ya sudah saya balas dengan muka senyum-senyum saja seolah-olah kata dan teriakan bunda tadi itu menyenangkan. Padahalkan hati dan bathin ini tersiksa, anak ingin menjadi penulis si ibu tidak mengerti *hiks hiks, hahahah. Tapi tidak apa-apa saya sangat menikmati itu, karena dalam waktu lowong bunda, bunda juga sering membaca tulisan-tulisan saya yang saya rekam difile-file laptop.. ternyata bunda orangnya luar biasa juga, luar biasa kalau mengeritik, suka sesuatu gitu *hehe, pernah nih satu hari dengan iseng saya bertanya pada bunda “bunda, nilai bahasa indonesianya waktu Sekolah dulu berapa?” bertanya dengan wajah polos dan lugu ala saya.. ya tau lah gimana, bunda pun menjawab dengan seriusnya “wah bunda, sering dapat 90.. kalau pelajaran bahsa indonesia itu menyenangkan, itukan bahsanya negara kita. Masa sih sulit bla bla dan bla” jawab bunda ngos-ngosan keletihan menjawab.. panjang sekali ya penjelasan bunda, tapi kok tidak nurun ke saya pintar bahasa indonesianya.. malahan saya sering dapat nilai 60.. jangan-jangan ???? *hahah. Ya tidak taulah, gara-gara kecintaan saya pada pelajaran bahasa indonesia dulu waktu masih MIN setingakat SD saya pernah bercita-cita jadi guru bahasa indonesia, namun cita-cita itu berubah ketika perjalanan saya melewati MTsN dan MAN semua murid bernaggapan guru itu suka kejam, dan jadi guru itu tidak menyenangkan. Maka dari itu berubahlah cita-cita saya menjadi dokter *hehe.
Tapi bay the way, any way, bus way kok saya jadi curcol alias curhat colongan begini ya ceritanya, *hehe maaf.. yang baik silhkan de dipilih yang buruk dari kisah saya di atas dibuang saja.. ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) ???”
Kembali kepermasalahan awal, lantas bagaiman forward saya bisa hobby menulis dan bercita-cita ingin jadi penulis...
Ya ya, sebenarnya dari awal saya juga sudah berceritakan dan mejalaskan panjang kali lebar sama dengan luas kalau hobby saya menulis alias mengarang tapi tak pernah berakhir dengan indah, *hiks hiks jadi sedih juga saya.. semangat 45 saya mengerjakan tugas bahasa indonesia dari guru hanya dinilai 60 saja, menyisihkan sedikit uang bulanan untuk membeli buku pun sudah. Bahkan suka ditanyai ini itu sama bunda, ketika saya begitu terlihat khsyuk berada di depan laptop mini berwarna biru itu. Ntahlah, saya harap dengan menulis sedikit banyaknya apa yang saya tulis ini bisa jadi merupakan awal proses belajar saya agar bisa menjadi penulis yang baik.. yang karangannya bisa dibaca khalayak ramai. Aamiin, mohon doanya selalu ya.
Jzk....
By: Yeti Maslianda alias Mas Yetty. 14/03/12.
Hwaaaaaaaaaaahh,,, Ini tulisanmu yeti? Ajib, Campur aduk gaya gado2 yang nikmat itu. ahay,,, baiklah. kalo mau jadi seorang penulis ya menulislah, dan aku akan sangat senang bila karanganmu saat ini bisa berada ditangnku yang terus kubaca lembar demi lembar. GANBATEE!!! teruslah menulis, aku pun akan demikian. sama sepertimu dalam cita-cita tapi selalu saja ada celah. namun yakinlah selalu ada obat untuk setiap sakit, ya kan bu dokter? ^^
BalasHapusSalam berkatya selalu
ha ha, iyap!.. masih banyak cacatnya sih.. gaya bahasanya alay bin lebay.. tp thanks ya bwt post komenny.. sip.. semangat 4rever.. hi hi hi :)
Hapus