CERITA TANPA JUDUL 1
Lolita andriani namanya, sekarang usianya genap 40 tahun.. beliau adalah ibu dari dua putri bernama deby dan aisy.. beliau adalah wanita tangguh yang mengingatkan aku pada bunda di sana.. beliau ku kenal melalui seorang temanku.. yang saat itu aku membutuhkan jasa catring untuk makan ku sehari-hari , ya selama aku merantau jauh dari orang tua aku tidak pernah masak sendiri, bahkan ingin mencoba masak saja aku tak mau.. ntah mengapa rasanya aku tidak begitu berniat bahkan tertarik saja pun tidak sama hal yang satu ini.. malas sekali rasanya kalau sudah mendengar masak-memasak.. huh!
Next on bu lolita.. aku dan teman-teman tak pernah memanggilnya dengan sebutan ini awalnya, ya.. kalau boleh jujur namanya saja baru ku tau ketika dengan iseng aku bertanya padanya.. ya dia pun sangat tak keberatan menyebutkannya.. “lolita andriani” katanya, seraya tersenyum ramah dan tampak begitu raut bahagia ketika ia menyebutkan nama indah itu.. ntah karena barangkali lolita ini mempunyai makna yang bagus menurut bahasa barat katanya.. aku dan temanku saat itu hanya tersenyum dan tertawa.. tampak kedekatan kami dengannya karena ia begitu ramah, ya ramah seperti bunda ku di kampung. Ah.. bunda aku jadi merindukan mu, terus dan terus merindukan mu..
Beliau itu sosok pekerja keras, terlihat nyata ketika ia membawa sepeda motor dengan beban berat keranjang besi berisi rantang aku dan teman-teman yang bukan hanya satu dan dua.. malahan banyak sekali. Aku sempat berfikir, tidak keberatankah ia membawa itu semua, kan rumah beliau jauh sekali.. aduuh, jadi tidak tega sekali rasanya.. jadi ingat bunda di kampung. Ketika lagi-lagi iseng aku juga pernah bertanya pada beliou “buk, nggak berat apa membawa keranjang rantang itu? Kan rumah ibu jauh? Cuaca juga panas sekali” tanya ku dengan muka penasaran, “hmm.. berat iya, panas juga iya.. tapi sayang ibu sudah betul-betul mencintai pekerjaan ini.. pekerjaan ini sudah menjadi hoby ibu.. jadi ya kalau ditanyakan berat dan panas itu barangkali biasa saja.. ya hitung-hitung nambah pemasukkan juga.. anak-anak keinginannya banyak” jawabnya jelas panjang lebar.. dan aku hanya ber ooo iba.. kira-kira begini jugakah jawaban bunda yang ketika kegigihannya tanpa kenal waktu menjadi pertanyaan orang-orang.. oh bunda.. maafkan aku, kalau aku terlalu egois untuk meminta semuanya pada mu..
Ada kesan yang mendalam bahwa kerja keras yang selama ini aku lakukan dalam menuntut ilmu, pergi pagi hingga pulang petang dengan ransel bermuatan penuh bahkan tak hanya itu dengan buku yang bejubel.. ternyata tak sebanding dengan apa yang beliau lakukan.. lelah itu ada, jenuh itu bahkan sering.. menyerah? Ya, ini jawaban yang tak akan dilontarkan oleh beliau barangkali ketika mengingat tanggung jawab yang sedang ia pikul.. ia mempunyai suami.. namun lebih dari itu ia adalah wanita mandiri yang ku kenal lewat kerja kerasnya mengantarkan rantangan itu setiap harinya.. aku tak tau terbuat dari apa hatinya, terbuat dari apa tenaganya.. baja atau hanya bermodal kekuatankah yang beliau punya untuk terus, terus dan terus kuat menyetir sepeda motor itu dengan jarak berkilometer jauhnya.. berpindah dari satu kos ke kos lainnya.. berpindah dari satu asrama ke asrama lainnya.. ia tak pernah malu.. bahkan ia tak pernah menyembunyikan wajahnya dibalik jilbab yang ia kenakan, namun malah sebaliknya.. beliau tebarkan senyum ikhlas itu seraya tiap harinya bercengkrama disela-sela kesibukkannya mengantarkan rantangan dari satu kamar ke kamar lainnya.. ia bahkan juga tak pernah marah, ketika kami lupa mencuci rantang.. padahal siang itu ia akan menggantikan rantang hari ini dengan yang lainnya untuk digunakan esok, malah beliau setia menunggu ketika kami katakan.. “buk, sebentar rantangnya saya cuci dulu..” tak bisa ku pungkiri.. aku jadi terus teringat bunda di kampung.. seperti inikah yang bunda lakukan untukku, agar aku terus bisa hidup senyaman mungkin di perantauan ini..
Terkadang aku terheran-heran dengan kekuatan seorang wanita, sungguh Luar biasa perkasa menghadapi kerasnya derita hidup, ketabahan seorang beliau, bunda ku dan wanita-wanita lain yang mengalami hal yang serupa patut diacungi jempol..
Tak banyak yang dapat ku ceritakan lagi.. karena justru cerita yang panjang sekali pun tak akan mampu membalas jasa yang telah bunda berikan pada kita, justru tak mampu menghitung jutaan jam, menit dan detik ketika tak ada pembatas kebersamaan kita bersama bunda, justru bahkan tak mampu membalas ketika bunda pergi dan tak kembali.. cerita yang ku tuliskan ini hanya segelintir dari kisah-kisah hebat wanita lainnya yang mereka tuliskan.
Kawan.. yang ingin ku sampaikan pada mu melalui cerita ini. Barangkali hanya sederhana bahkan amat sederhana.. Kau tau cinta? Ya itu.. LOVE.. i LOVE u.. yang sering kau tempatkan pada salah orang.. "Aku cinta Ibu", kata-kata yang sederhana namun terkadang berat untuk diucapkan. Kebanyakan dari kita merasa malu untuk bilang "Aku cinta Ibu" hanya karena takut dibilang anak mama atau pun alasan lain yang mengedepankan ego kita. Di sinilah sebenarnya kita ditantang untuk mengalahkan ego kita sendiri demi orang yang amat berperan dalam hidup ini. Sudah cukup banyak Ibu berkorban untuk kita, lalu kenapa hanya mengucapkan "Aku cinta Ibu" saja terasa susah. Bukankah ucapan itu lebih ringan dibandingkan dengan pengorbanannya untuk melahirkan kita di dunia ini? Bukankah ucapan itu lebih mudah bila dibandingkan dengan kesabaran dan ketabahannya dalam mendidik dan membesarkan kita? Lalu kenapa kita mesti berat hati untuk mengucapkan "Aku cinta Ibu"?
Satu kata itulah yang ibu mu selalu tunggu, katika kau sudah dewasa dan mengerti arti cinta yang sesungguhnya.. namun ini semua kembali pada diri mu sendiri.. buang jauh2 semua prasangka ego mu terhadap ibu.. lupakan keburukkannya.. ketika ia hanya mendayuh sepeda untuk menghantarkan mu kesekolah, ketika ia hanya menjadi seorang pegawai rendahan penjual kue di kantin sekolah mu, dan lupakan ketika ibu mu tak semewah ibu teman2 mu.. percayalah dan yakinilah, ibu mu, ibu ku dan ibu kita semua adalah wanita hebat yang sengaja Allah titipkan bahkan sebentar saja.. untuk menjaga mu ketika kau masih bayi, untuk menasehati mu ketika kau beranjak remaja dan untuk mengawasi mu ketika kau sudah cukup dewasa dan lepas darinya.. .
Kawan.. cinta itu sangat luar biasa.. cinta mampu mengubah segalanya menjadi terlihat mewah, menjadi terlihat berkelas, menjadi terlihat nyata bahkan menjadi terlihat bahwa ia dianggap ada.. satu kata cinta yang ikhlas InsyaAllah akan mampu menghapus sedikit peluh keringatnya, mampu membuat bibir tipisnya tersenyum bahagia dan mampu mengubah raut wajah yg sudah mulai mengendor untuk tampak terlihat muda kembali..
Ibu.. katakan padaku jika kau telah lelah..
Ibu.. katakan pada ku jika kau ingin istirahat..
Aku akan menjagamu, sperti kau menjagaku dulu..
Aku akan mendekap hangat tubuhmu..
Seperti tubuh mungilku dulu yang kau dekap hangat..
*thanks to: -the first Allah SWT.. serta Rasulullah SAW yg sudah mengakat tinggi derajat wanita..
-bu catring (bu lolita andriani) yang sudah membuka inspirasi saya untuk kembali menulis (afwan ibu,membuka sedikit tabir privasi pribadi ibu) *hehehe. walau awalnya hanya ada alasan malas, malas dan malas..
-Tak terlupakan teruntuk bundaku tercinta (bunda Hj. Asmiati Zein), jauah di mato.. tapi tetap dakek dihati.. yg mengajarkan ku untuk terus menjadi wanita kuat, tak cengeng dan mandiri.. yg malahan sebaliknya *hehehe, peace!
-Tia, kamar 5 dan seluruh perangkat asrama lainnya.. yang terbilang cuek tapi ramah..
-dan buat semua teman2 yg sudah mau membaca tulisan lugu saya ini.. semoga bermanfaat dan mampu menjadi inspiratif bagi teman2 semua..
Asarama putri kampus hijau-paviliun 5, lurus, belok kanan, lurus lagi, belok kanan lagi, berada pada kamar no 2 setelah 1, berada di depan kamar dengan pintu hello kitty, tepat didepan pintu tertulis “Assalamualaikum” (dgn setengah lingkaran bercork merah muda dan biru, meletus balon hijau tor! *heheh kidding) maka kan kau temukan bahwa disitulah habitat ku..
Yety Maslianda alias Mas Yetty
Dini hari 1:15 wib-16/06/2012
Next on bu lolita.. aku dan teman-teman tak pernah memanggilnya dengan sebutan ini awalnya, ya.. kalau boleh jujur namanya saja baru ku tau ketika dengan iseng aku bertanya padanya.. ya dia pun sangat tak keberatan menyebutkannya.. “lolita andriani” katanya, seraya tersenyum ramah dan tampak begitu raut bahagia ketika ia menyebutkan nama indah itu.. ntah karena barangkali lolita ini mempunyai makna yang bagus menurut bahasa barat katanya.. aku dan temanku saat itu hanya tersenyum dan tertawa.. tampak kedekatan kami dengannya karena ia begitu ramah, ya ramah seperti bunda ku di kampung. Ah.. bunda aku jadi merindukan mu, terus dan terus merindukan mu..
Beliau itu sosok pekerja keras, terlihat nyata ketika ia membawa sepeda motor dengan beban berat keranjang besi berisi rantang aku dan teman-teman yang bukan hanya satu dan dua.. malahan banyak sekali. Aku sempat berfikir, tidak keberatankah ia membawa itu semua, kan rumah beliau jauh sekali.. aduuh, jadi tidak tega sekali rasanya.. jadi ingat bunda di kampung. Ketika lagi-lagi iseng aku juga pernah bertanya pada beliou “buk, nggak berat apa membawa keranjang rantang itu? Kan rumah ibu jauh? Cuaca juga panas sekali” tanya ku dengan muka penasaran, “hmm.. berat iya, panas juga iya.. tapi sayang ibu sudah betul-betul mencintai pekerjaan ini.. pekerjaan ini sudah menjadi hoby ibu.. jadi ya kalau ditanyakan berat dan panas itu barangkali biasa saja.. ya hitung-hitung nambah pemasukkan juga.. anak-anak keinginannya banyak” jawabnya jelas panjang lebar.. dan aku hanya ber ooo iba.. kira-kira begini jugakah jawaban bunda yang ketika kegigihannya tanpa kenal waktu menjadi pertanyaan orang-orang.. oh bunda.. maafkan aku, kalau aku terlalu egois untuk meminta semuanya pada mu..
Ada kesan yang mendalam bahwa kerja keras yang selama ini aku lakukan dalam menuntut ilmu, pergi pagi hingga pulang petang dengan ransel bermuatan penuh bahkan tak hanya itu dengan buku yang bejubel.. ternyata tak sebanding dengan apa yang beliau lakukan.. lelah itu ada, jenuh itu bahkan sering.. menyerah? Ya, ini jawaban yang tak akan dilontarkan oleh beliau barangkali ketika mengingat tanggung jawab yang sedang ia pikul.. ia mempunyai suami.. namun lebih dari itu ia adalah wanita mandiri yang ku kenal lewat kerja kerasnya mengantarkan rantangan itu setiap harinya.. aku tak tau terbuat dari apa hatinya, terbuat dari apa tenaganya.. baja atau hanya bermodal kekuatankah yang beliau punya untuk terus, terus dan terus kuat menyetir sepeda motor itu dengan jarak berkilometer jauhnya.. berpindah dari satu kos ke kos lainnya.. berpindah dari satu asrama ke asrama lainnya.. ia tak pernah malu.. bahkan ia tak pernah menyembunyikan wajahnya dibalik jilbab yang ia kenakan, namun malah sebaliknya.. beliau tebarkan senyum ikhlas itu seraya tiap harinya bercengkrama disela-sela kesibukkannya mengantarkan rantangan dari satu kamar ke kamar lainnya.. ia bahkan juga tak pernah marah, ketika kami lupa mencuci rantang.. padahal siang itu ia akan menggantikan rantang hari ini dengan yang lainnya untuk digunakan esok, malah beliau setia menunggu ketika kami katakan.. “buk, sebentar rantangnya saya cuci dulu..” tak bisa ku pungkiri.. aku jadi terus teringat bunda di kampung.. seperti inikah yang bunda lakukan untukku, agar aku terus bisa hidup senyaman mungkin di perantauan ini..
Terkadang aku terheran-heran dengan kekuatan seorang wanita, sungguh Luar biasa perkasa menghadapi kerasnya derita hidup, ketabahan seorang beliau, bunda ku dan wanita-wanita lain yang mengalami hal yang serupa patut diacungi jempol..
Tak banyak yang dapat ku ceritakan lagi.. karena justru cerita yang panjang sekali pun tak akan mampu membalas jasa yang telah bunda berikan pada kita, justru tak mampu menghitung jutaan jam, menit dan detik ketika tak ada pembatas kebersamaan kita bersama bunda, justru bahkan tak mampu membalas ketika bunda pergi dan tak kembali.. cerita yang ku tuliskan ini hanya segelintir dari kisah-kisah hebat wanita lainnya yang mereka tuliskan.
Kawan.. yang ingin ku sampaikan pada mu melalui cerita ini. Barangkali hanya sederhana bahkan amat sederhana.. Kau tau cinta? Ya itu.. LOVE.. i LOVE u.. yang sering kau tempatkan pada salah orang.. "Aku cinta Ibu", kata-kata yang sederhana namun terkadang berat untuk diucapkan. Kebanyakan dari kita merasa malu untuk bilang "Aku cinta Ibu" hanya karena takut dibilang anak mama atau pun alasan lain yang mengedepankan ego kita. Di sinilah sebenarnya kita ditantang untuk mengalahkan ego kita sendiri demi orang yang amat berperan dalam hidup ini. Sudah cukup banyak Ibu berkorban untuk kita, lalu kenapa hanya mengucapkan "Aku cinta Ibu" saja terasa susah. Bukankah ucapan itu lebih ringan dibandingkan dengan pengorbanannya untuk melahirkan kita di dunia ini? Bukankah ucapan itu lebih mudah bila dibandingkan dengan kesabaran dan ketabahannya dalam mendidik dan membesarkan kita? Lalu kenapa kita mesti berat hati untuk mengucapkan "Aku cinta Ibu"?
Satu kata itulah yang ibu mu selalu tunggu, katika kau sudah dewasa dan mengerti arti cinta yang sesungguhnya.. namun ini semua kembali pada diri mu sendiri.. buang jauh2 semua prasangka ego mu terhadap ibu.. lupakan keburukkannya.. ketika ia hanya mendayuh sepeda untuk menghantarkan mu kesekolah, ketika ia hanya menjadi seorang pegawai rendahan penjual kue di kantin sekolah mu, dan lupakan ketika ibu mu tak semewah ibu teman2 mu.. percayalah dan yakinilah, ibu mu, ibu ku dan ibu kita semua adalah wanita hebat yang sengaja Allah titipkan bahkan sebentar saja.. untuk menjaga mu ketika kau masih bayi, untuk menasehati mu ketika kau beranjak remaja dan untuk mengawasi mu ketika kau sudah cukup dewasa dan lepas darinya.. .
Kawan.. cinta itu sangat luar biasa.. cinta mampu mengubah segalanya menjadi terlihat mewah, menjadi terlihat berkelas, menjadi terlihat nyata bahkan menjadi terlihat bahwa ia dianggap ada.. satu kata cinta yang ikhlas InsyaAllah akan mampu menghapus sedikit peluh keringatnya, mampu membuat bibir tipisnya tersenyum bahagia dan mampu mengubah raut wajah yg sudah mulai mengendor untuk tampak terlihat muda kembali..
Ibu.. katakan padaku jika kau telah lelah..
Ibu.. katakan pada ku jika kau ingin istirahat..
Aku akan menjagamu, sperti kau menjagaku dulu..
Aku akan mendekap hangat tubuhmu..
Seperti tubuh mungilku dulu yang kau dekap hangat..
*thanks to: -the first Allah SWT.. serta Rasulullah SAW yg sudah mengakat tinggi derajat wanita..
-bu catring (bu lolita andriani) yang sudah membuka inspirasi saya untuk kembali menulis (afwan ibu,membuka sedikit tabir privasi pribadi ibu) *hehehe. walau awalnya hanya ada alasan malas, malas dan malas..
-Tak terlupakan teruntuk bundaku tercinta (bunda Hj. Asmiati Zein), jauah di mato.. tapi tetap dakek dihati.. yg mengajarkan ku untuk terus menjadi wanita kuat, tak cengeng dan mandiri.. yg malahan sebaliknya *hehehe, peace!
-Tia, kamar 5 dan seluruh perangkat asrama lainnya.. yang terbilang cuek tapi ramah..
-dan buat semua teman2 yg sudah mau membaca tulisan lugu saya ini.. semoga bermanfaat dan mampu menjadi inspiratif bagi teman2 semua..
Asarama putri kampus hijau-paviliun 5, lurus, belok kanan, lurus lagi, belok kanan lagi, berada pada kamar no 2 setelah 1, berada di depan kamar dengan pintu hello kitty, tepat didepan pintu tertulis “Assalamualaikum” (dgn setengah lingkaran bercork merah muda dan biru, meletus balon hijau tor! *heheh kidding) maka kan kau temukan bahwa disitulah habitat ku..
Yety Maslianda alias Mas Yetty
Dini hari 1:15 wib-16/06/2012
Komentar
Posting Komentar