APA KABAR DAQWAH..
Hari ini tak ada aktivitas apa-apa, terasa kosong sekali
rasanya.. setelah bedress lama di Rumah sakit aku harus memutar otak kembali
untuk memulai perjalanan daqwah yang kami cicil lewat kajian keputrian yang
setiap hari jum’atnya kami gelar.
Ketika hujan mulai reda, namu matahari tetap enggan
memunculkan sinarnya.. ntahlah, seolah cuaca juga ikut mendefinisikan perasaan
ku tentang daqwah kampus kali ini.. mendung, gelap tak berawan. Ku tinggalkan
dasar-dasar ilmu penyakit paru dan buku tutorial bersampul merah kotak-kotak
yang berserakan di atas meja belajar. Sejenak ku buka laptop, mencoba
menorehkan sedikit tulisan tentang apa yang aku rasakan saat ini, tentang
cinta, tentang daqwah.. cinta daqwah yang kian hari seolah seperti memudar.
Saat jemari ini memindahkan nya ke WINAMP Player
mengalunlah suara merdu BROTHERS, yang membawaku ke masa lalu ketika masih bergabung
di LDK UMMAD.
“DISINI KITA PERNAH BERTEMU
MENCARI WARNA SEINDAH PELANGI
KETIKA KAU MENGULURKAN TANGAN MU
MEMBAWAKU KE DAERAH YANG BARU
YANG HIDUPKU KINI CERIA.....
KINI DENGARKANLAH DENDANGAN LAGU
TANDA INGATANKU
KEPADAMU TEMAN
AGAR IKATAN UKHWAH KAN BERSIMPUL PADU”
(BROTHERS, Untukmu Teman)
Hhmm... lirik yang membuatku menjadi manusia melankolis
kuadrat, kualihkan pekerjaanku ke sebuah lagu nasyid itu dan membuka kembali kenangan
masa lalu bersama mereka.. mereka orang-orang yang hebat..yang aku rasakan
indahnya kebersamaan dan kekeluargaan..bersama teman-teman seperjuangan. Sebelum
ku tapakan kaki ku pada kampus yang baru.. pada ladang daqwah baru yang akan ku
garab bersama teman-teman baru seperjuangan pula.
Awal menjadi mahasiswa juga awal bergabungnya dengan
dunia dakwah, di LDK (UMMAD) Aku menemukan mereka , sahabat-sahabat terbaik di
jalan mulia ini dan bersama-sama kami melaluinya..
Tapi tak untuk sekarang, di kampus yang baru kader
daqwahnya sangatlah kurang tak seperti di
kampus yang lama... tapi walau bagaimana pun, semangat kami disini taklah
pernah surut untuk terus berusaha mengharumkan lembaga daqwah kampus agar tetap
berkiprah serta disambut hangat oleh setiap orang.
Secara dominan kami bukanlah kader dakwah yang notabene
nya punya bekal ilmu pengetahuan tentang agama yang luas dan keorganisasian
semasa di sekolah. Tapi disini awal kami belajar dan belajar, serta berjuang
pada jalan yang mulia ini..
Lanjuuuttt….
Tak di pungkiri terkadang terbersit rasa iri dan pesimis dikala kampus yang lain mempunyai begitu banyak kader, alumni yang senantiasa setia berkecimpung dengan mereka, pihak akademik yang selalu mendukung dan mempunyai struktur organisasi yang terarah, dan banyak sekali program kerja dakwah yang sudah terealisasikan oleh mereka (rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri) hehehehe.
Tak di pungkiri terkadang terbersit rasa iri dan pesimis dikala kampus yang lain mempunyai begitu banyak kader, alumni yang senantiasa setia berkecimpung dengan mereka, pihak akademik yang selalu mendukung dan mempunyai struktur organisasi yang terarah, dan banyak sekali program kerja dakwah yang sudah terealisasikan oleh mereka (rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri) hehehehe.
Yaah.. semua itu mungkin jauuh dari kami..apalagi dilihat
dari segi kader dan alumni, mungkin kami bukanlah apa-apa.. huuhh bisa dihitung
dengan jari..
Tapi ada satu nasihat yang terus menemani perjuangan kami
saat ini yang membuat kami tetap semangat di jalan mulia ini “ lahan dakwah itu
berbeda-beda, dan pahala yang di dapat juga berbeda” Yaapp itu nasihat singkat
yang punya ruh bagi kami.. walaupun dengan kader yang sedikit insyaAllah punya
loyalitas yang cukup bisa diandalkan (Aamiin).
Dan karena sedikit itulah kami merasa bagaikan satu tubuh
yang bila salah satu anggota tubuh mengeluh sakit maka seluruh anggota tubuh
yang lain tidak dapat tidur dan selalu merasa panas (HR.MUSLIM)
Persaudaraan itu tumbuh seiring tumbuhnya keimanan yang
benar di dalam dada, persaudaraan yang melahirkan rasa cinta dan kasih sayang
walaupun kita sering dilanda perselisihan dalam berpendapat, terutama disaat
syuro.. sering sukar mewujudkan keinginan karena tak ada izin dari akademik
serta birokrasi (Ukh. Noly, semangat mu luar biasa, akh. Rayhan, usahanya patut
diacungi jempol) hehehe.
Dan tak jarang kita juga sering kali merasakan adanya
perasaan tertindas, terabaikan, rasa cemburu, yang membuat kita harus membuka
forum di kantin atau lapangan hijau tercinta sampai mentari tak menampakkan wajahnya lagi.
Dengan suasana semangat ruhiyah dan harakiyah yang tersisa..
Kawan.. kita mulai perjuangan ini, hingga tak ada sesal
dihari kemudian mengingatkan kita betapa berharganya daqwah ini..
“salah satu hal yang menakjubkan yang kusesalkan pada
diriku dan seluruh manusia adalah melupakan umur yang dimiliki, padahal umur
manusia di dunia sangat pendek” (Ibnu Jarzi)
Kemanakah kutitipkan ransel dakwah ini???, maka
jawabannya : “Pada generasi yang mereka mencintaiNya dan diapun mencintai
mereka ( QS.AL Maidah 54)
Dan estafet perjuangan itu ada pada kita yang sebenarnya
hebat, yang mewujudkan cita-cita hingga daqwah
kokoh berdiri di kampus tercinta...
Kitalah yang
mengemban ransel yang berat, ransel yang harus dipertanggung jawabkan dunia dan
akhirat. Kitalah yang mengkoordinasikan,
mendesain dan melaksanakan berbagai banyak hal yang tak cukup jika dituliskan
dalam lembaran kertas.
Semoga LDK kita bisa berjalan dan menjadi bukti nyata
bahwa ada.. dan bukan hanya sekedar logo semata..
Tetap semangat, tetap istiqomah ikhwati fillah..
(k noly, Rayhan, k nisa, k dilla dkk)
15/12/12 –AsramaPutriKampusHijau-
Komentar
Posting Komentar