SURAT UNTUK AYAH..
Surat ini ku persembahkan untuk ayah, sosok pahlawan ku setelah ibu.. sosok idola luar bisa, selalu berusaha.. yang darinya lah aku belajar sabar, belajar untuk pantang menyerah dan belajar untuk terus berusaha walau kata sukar itu hampir tak pernah luput dari benak ku..
Aku tau ayah... sebenarnya tak mudah menjadi sosok idola dalam keluarga, tak mudah menjadi tulang punggung bagi ibu, aku dan adik.. dan tak mudah mencari rupiah untuk sesuap nasi, untuk biaya pendidikan kami, dan untuk semua biaya hidup kami..
Tapi aku salut.. kau tak pernah mengeluh pada kami “aduuhh, ayah letih.. betul letih.. rasanya ayah capek mencari nafkah buat kalian.. kalian taukan gimana panas dan dinginnya di luar sana!” ayah tak pernah mengeluarkan kata-kata itu.. berharap kita lah yang akan menggantikannya.. ayah tak pernah mengatakan “sampai kapan kalian begini terus, semua ayah yang harus menanggung, yang mau sekolah kan kalian,, jadi berusahalah sendiri” ingat sekali lagi ayah mana yang tega dan rela berbicara seperti itu.. tunjukan pada ku kawan..
Kau boleh saja sekarang songkak, sombong, angkuh dan menganggap kau lah segala-galanya, karena alasan “kan ayah ku kaya, “lihat tu mobil ayah ku.. berjejer rapi di bagasi kami, rumah ku?? Ada.. malah beringkat menjulang tinggi melebihi mesjid, apa lagi coba jabatannya.. wah ayah ku berjabatan tinggi di kantornya” seangkuh itukah kamu??
Ingat kawan.. ayah bukanlah sosok yang kita banggakan lewat kekayaan material yang ia punya, sosok ayah juga bukan yang kita banggakan ketika berjas dan berdasi rapi, bermobil dan memiliki bodyguard yang banyak..
Ayah bukan sosok yang seperti itu kawan..
Tapi ayah adalah...
Ketika hati kita yang lemah ini bimbang akan setiap majlis ilmu yang ada di sekeliling kita, kita bimbang dengan berbagai paham dan pembaruan ilmu yang semakin jauh dari asal,namun kita masih semangat apabila mendengar setiap nasehat dan teguran dari ayah…
Wahai ayah…setiap kata yang kau tuturkan menjadi kekuatan bagi kami,untuk terus semangat melangkah didalam aliran Ahlul Sunnah Waljamaah…
Wahai ayah…setiap kata yang kau tuturkan menjadi kekuatan bagi kami,untuk terus semangat melangkah didalam aliran Ahlul Sunnah Waljamaah…
Wahai Ayah…..setiap teguranmu menjadi ketabahan bagi kami untuk terus sabar dalam melangkah memperjuangkan panji Ahlul Sunnah Waljamaah..
Wahai Ayah…setiap alunan suaramu menjadi keriangan kepada kami untuk terus bersyukur dalam melangkah bersama lafaz “Alhamdulillah” pada setiap ujian dan cobaan yang menerpa..
Wahai Ayah.. sabar serta semangatmu terus mengajarkan kami untuk menjadi sepertimu.. kuat, tak cengeng dan pantang menyerah!
Maka…wahai ayah..teruslah “membentuk” anakmu yang lemah ini dengan ilmu Iman dan Islam yang diamalkan pada jasadmu dan hatimu..Amin amin..Ya Rabbal’alamin…
Engkaulah Guru kami di ketika kami membuka mata..engkaulah Guru kami di ketika kami mendengar alunan adzan..engkaulah Guru kami di ketika kami dalam kealpaan..
dan..sesungguhnya Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Mengetahui..Allahu’alam bishowab
Asrama 251111.. yeti rindu ayah.. surat ini untuk ayah..

Komentar
Posting Komentar