MEREKA MENYEBUTNYA DENGAN DADDY..

HE HE..
Kali ini jidat ku berkerut lagi.. wajah ku benaran kusut.. kusut sepeti tanpa distrika.. bukan karena kehilangan pulpen atau tugas ku menumpuk.. karena jujur aku adalah pelanggan sejati dari dua episode kisah galau itu.  Tapi kali ini episodenya berbeda, aku panik sekali.. bingung harus berkata apa.. bingung harus menyalahkan siapa.. karena memang tak ada yang perlu disalahkan.. dady oh dedy im comeing.. for you J (wiuuh, romantis euy)

Mereka menyebutnya dengan dedy.. bukan dedy combuzer ahli magic itu, bukan juga dedy suhatta tetangga ku.. yang jahil itu.. tapi ini dedy sebutan ayah dalam berbahasa inggris.. aku sendiri bingung awal sebutan ini dari mana.. ntah karena dia dituakan di tempat ini, atau karena wajahnya tidak beda jauh dengan amita bachan (hahaha, galau dee sebenarnya galau).

Dedy itu baik.. baik kalau lagi ada moodnya.. dedy itu penyayang, ya sayang kalau sama anak dan istrinya..  (heheh). Wajahnya sedikit misterius, sedikit bringas, sedikit menyeramkan, sedikit menegangkan, sedikit mengesalkan, dan paling sedikit manisnya.. wajahnya icon india.. versi india sekali menurutku.. ya bisalah mengantikan tuan takur kalau sudah pensiun jadi entertainer..
Ntah mengapa, dia bagai jerat buat kami.. kami layaknya bocah ingusan SD yang tak kepalang seperti dihadapkan dengan seorang guru Mate-matika killer di sekolah.. rasanya kalau bisa lari, pengen sekali lari rasanya saat itu.. tapi apa daya.. ini pilihan, ini ujian dan ini cobaan.. 

Kami jelas tak bisa menolak, mau menolak dianggap durhaka.. mau perotes dianggap tak punya etika mau marah, ya silahkan... (sering sih, tepatnya sering sekali kalau dibelakang dia)..
aku dan kawan2 ku, paling sering sekali berhadapan dengan dia.. kalau kata ku dan teman2 dia bagai setitik kebahagian yang sengaja Allah kirimkan buat kami untuk menguji nyali kami dan khususnya menguji seberapa jauh kemampuan kami, dan kalau pun gagal akan ada ulangan kembali, dan bila gagal lagi juga bakal ada ulangan kembali.. ya begitulah seterusnya.. tapi kuatnya kami, kami tak pernah mengeluh “kami tak sanggup.. kami menyerah..”.. hmm patut acungan jempol buat kami.. kami berhati baja, berjiwa besi (wahaha, bohong 100%)

“lulus nggk??” tanyanya.. “nggak” jawabku.. “dapet sama siapa??” sambungnya lagi.. “dedey (dr. H...)” jawabku singkat.. “oo biasa itu, lagi bad mood kayaknya”.. “bisa jadi..” jawabku sekenanya.. 

BAD MOOD??????

Apa itu.. nggak ngerti aku, maklum sedikit premitif.. suasana hatinya lagi nggak baik.. gitu lho yeti.. aduu ndesso sekali..

Ooo.. bisa ya kalau lagi bad mood merugikan orang lain, kan kasian.. semalaman suntuk menghafal dan belajar jungkir balik.. tapi dianggap nihil alias nol alias tak ada hasil alias gagal alias remed.. dan aliaaaaaas 50 rebu.. ENOUGH!

Kembali dengan mereka menyebutnya dedy..
Menurutku panggilan dedy saja sudah cukup seseorang itu berhati mulia.. ya layaknya seorang ayahlah.. jiwanya petuah sekali.. baik hati, menyenangkan.. dan pastinya tidak menyebalkan.. tapi kenapa dia tidak seperti itu.. hmmm, waduuh kok aku jadi perotes sama ciptaan Allah ya, bukankah semua yang Allah ciptakan dengan sebaik2 bentuk dan rupa.. kadang hatinya saja berbeda.. tapi Allah lah yang membolak balikkan hati manusia.. 

Hmmm
1 pelajaran buat aku dan kalian semua...
Dedy itu baik kok, dia sebenarnya penyanyang.. tau nggak kenapa kalau evaluasi sama dia kita suka keki sendiri, sebel sendiri.. karena seolah-olah jerih payah kita dianggap NOL BESAR sama dia.. dia suka semaunya seenaknya..

Sebenranya...
Dibalik itu semua.. dia punya misi besar buat kita..
Why mengapa, because karena..
Biar kita semua jadi pintar, jadi paham dan mengerti bukan hanya sekedar bisa, ilmu jangka panjang buat selama-lamanya, dan bukan Cuma buat hari ini.. bukan Cuma untuk nilai 85 kah, 90 kah, atau 99 sekali pun.. yang bisa saja stahun kemudian atau tujuh bahkan delapan tahun kedepan, kita bingung mau dibawa kemana nilai ini.. he, nggak lucu ajakan kalau mau memasang infus pada pasien harus menjujukkan nilai evaluasi kita enam atau tujuh tahun belakang hehe.. kebayangkan seperti apa.. (aku harap terbayanglah, kan analisa dan imajinasinya pada tinggi.. anak kedokteran gitu loh)

Kalau ada sampai yang menegluh, “aduuuh, gimana ne.. aku nggak dapat 81 atau 85.. nggak bisa jadi dokter dong aku.. kan maluuu” loh, loh.. kata siapa itu.. yang gini ni harus diremed lagi, diremed biar pemikirannya refresh lagi.. nilai begitu kok jadi patokan buat enam tahun kedepan.. 

Coba deh, repeatedly lagi.. samain kalau kita remed dan nggak besaran mana khasiatnya.. hayooo, hayoo.. kayaknya yang remed deh.. sampai2 kebawa mimpi.. “Allah.. aku remed..” sampai2 kadang ada yang ngigau kebawa tidur.. sambil praktekin evaluasi yang kemarin haha..

MONEY, MONEY, MONEY, 50, 50, 50..

“ini akhir bulan.. tolonglah mengerti.. habis sudah seluruh saku rok dan celana ku kuras mencari money berwarna biru itu... hiks hiks..” ngadu de sama ortu.. “ma.. aku remed.. aku buth uang..” nah hayoo, aku juga kadang jengkel masa sih pendidikan itu nggak ada toleransinya sedikiiit aja.. ngutang deh, atau sekalian buat gitu buku/ bon faktornya sekalian.. ntar kalo udah jadi dokter sungguhan dibayar haha..

Banyakkan diantara kita yang pperotes masalah yang satu ini, habisnya sensitif sekali.. ditambah dia juga nggak bisa bicara.. kalau dia bicara pasti dia bilang “aku nggak mau sama dedy, aku Cuma mau sama kamu, sama kamu terus heheh” (ngimpi, kalau budget bisa bicara)
Hmm, gini aja deh.. anggap itu sedeqah kita.. aku inget guru ngaji ku bilang.. baru jum’at kemarin dia bilang mudah2an aku nggak salah gini ni “setengah dari harta atau kelebihan rezki yang kita punya hari ini adalah milik2 mereka yang membutuhkan” yup! Anggap aja mereka membutuhkan, anggap aja.. itu balasan buat jasa mereka yang telah bersedia meluangkan waktu untuk mengajarkan kita pada ilmu yang belum kita mengerti.. ya ya ya.. ya aja.. biar cepat..

HE HE..

Inget.. dedy atau Mr. H.. bukan untuk ditakuti... karena kenapa.. karena kita punya Allah.. yang jauh harus lebih kita takuti.. H A M A S A H 4rever..

Sekian dulu deh, aku cape.. lain kali aku sambung lagi dee..
_kampushijaukatanya_13-10-2012_yetimaslianda_


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan galau mahasiswa kedokteran-Syndrome Galau Akut (SGA) part 1

BUNDA...

Muhasabah Dodol Mas Itey ^__^