KULI KECIL BERHATI BESAR...


Sebuah pengalaman yang mengunggah hati serta mambuka mata saya, menyadarkan saya ternyata masih banyak orang yang hidup tanpa kelayakan..

Tulisan ini terinspirasi dari beberapa kuli yang saya lihat. sebagai pengangkat lemari, bahan pokok, bangunan, dan yang lainnya.. tak terasa air mata saya mulai mengalir betul perasaan ini benar2 tak bisa saya bendung.. ntah mengapa tiba2 saya harus teringat pada kuli yang  tadi sore saya lihat bahkan hingga malam masih saja ada kuli yang bekerja. Ya Allah.. saya benar2 merasa kasihan pada mereka, istri mereka, anak2 mereka.. saya tahu barangkali mereka tak mau dikasihani karena mereka masih punya rasa malu yang permanen, rasa bekerja keras untuk menghasilkan sendiri saya tahu itu Ya Allah..

Ya Allah... mengapa harus masih ada orang semenderita mereka, yang betul2 menyiksa diri bekerja keras untuk mencari sebambu beras untuk anak istri mereka.. mengapa Ya Allah?..
Ya Allah.. kira2 kalau makan mereka pakai apa? Kawan nasi mereka apa? Mereka punya beras atau tidak?...
Ya Allah.. kalau tidur mereka beralaskan apa? Pakai kasur atau segulung tikarkah?
Ya Allah..apa yang harus saya lakukan untuk mereka, saya ingin mereka merasakan apa yang saya rasakan. saya ingin mereka sebahagia saya, saya ingin apa yang ada pada saya ada pada mereka juga... saya ingin mereka bocah kecil anak kuli tak harus merasakan panas tanpa alas kaki mencari botol bekas untk mereka jual yang penghasilannya tak seberapa..

Saya  tahu bekerja sebagai kuli adalah pekerjaan yang kecil tapi saya salut pada mereka, mereka semua berhati besar. dibalik keluhan mereka, mereka terus bekerja, mereka tak malu kalau harus menerima barang bekas, makanan sisa atau apa yang mereka dapatkan dari ornang yang mereka bantu.. mereka betul2 berhati baja siap pada perubahan walau harus bersebelahan dengan rumah bertembok tinggi.. yang ada dipikiran mereka adalah bagaimana makan untuk hari ini? Mereka memang punya cita2 dan harapan yang besar tapi mereka bisa apa.. mereka Cuma bisa menjadi seorang kuli kecil.. menjadi kuli pesuruh orang2 berduit.. malang nian nasib mereka... saya yakin sebenarnya mereka juga tak ingin seperti itu.. tapi kebutuhan menuntut mereka.. untuk melakukan itu.

Pengalaman ini terus berlanjut, ketika saya temui seorang kuli dan bocah kecil yang saya rasa itu putranya.. meminta uang jajan pada sang bapak.. meloncat-loncat ketika ia bertemu sang bapak yang saya rasa  baru saja menerima upah dari yang memeperkerjakannya.. lagi2 saya betul2 tak bisa memebendung untuk menghentikan air mata ini untuk tak menetes.. bapak tersebut pun merogok saku celana pendeknya untuk mengambil upah yang saya rasa baru saja ia terima, dengan senyum menegmbang ia memeberikan pada putranya  uang senilai Rp. 1000 bergambar kapitan patimura itu betul2 terlihat lusah, kumal dan seperti bekas genggaman orang.. apa barangkali itu uang balik yang ia peroleh ketika ia membeli bahan pokok yang ia butuhkan? Atau uang yang ia peroleh dari pemeberian orang yang berhati dermawan? Tak tahulah... tapi kagum juga melihat bocah itu walau ia menerima uang bergambar kapitan patimura tapi senyumnya begitu menegmbang, tertawa, polos memang kelihatan wajahnya.

Mereka memang benar2 bersyukur dengan apa yang ada.. bagaimna dengan kita??? Siapkah kita kalau saja Allah mengantikan posisi itu pada kita?? Kalian tak perlu menjwabnya dengan suara lantang.. cukup Allah dan masing2 kalian yang tahu..

Teman2... spertinya tulisan ini sampai di sini dulu, jujur saya tak tahu ini sebuah artikel atau curahan hati.. tapi yang jelas saya harap kalian dapat mengambil ibrohnya, menjadikan pelajaran berharga buat kalian dan saya juga, ternyata masih banyak sekali orang2 di luar sana yang memebutuhkan uluran tangan kita, barangkali uang Rp.10.000 tak berharga buat kita tapi ketahuilah buat mereka itu sangat berharga.. teman2 lakukan apa yang bisa kalian lakukan.. tapi tetap demi mendapat Ridho dan pahala dari-Nya...

Syuqran buat teman2 yang sudah mau mebaca tulisan dini saya ini... wassalam
2011-08-08 salam semangat YETI MASLIANDA (YETI92)
Buat seorang kuli yang telah menjadi inspirasi saya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan galau mahasiswa kedokteran-Syndrome Galau Akut (SGA) part 1

BUNDA...

Muhasabah Dodol Mas Itey ^__^